Nissan percepat pengembangan mobil, teknologi AI pangkas waktu produksi hingga 50 persen
salesbwi - - Nissan Motor Co. mengumumkan terobosan baru dalam proses pengembangan kendaraan dengan memangkas waktu pengembangan mobil hampir 50 persen. Jika sebelumnya membutuhkan waktu hingga 55 bulan, kini Nissan mampu menyelesaikan pengembangan kendaraan hanya dalam 26 bulan berkat pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI).
Presiden Nissan, Ivan Espinosa, menyatakan sistem baru tersebut telah diuji pada generasi terbaru Nissan Skyline yang dijadwalkan meluncur pada musim dingin 2026. Ke depan, Nissan menargetkan metode pengembangan cepat ini akan diterapkan pada sekitar 90 persen proyek kendaraan yang dikerjakan selama tahun fiskal 2026.
Percepatan pengembangan tersebut tidak lepas dari pengalaman Nissan di pasar Tiongkok. Melalui kerja sama dengan Dongfeng Motor, Nissan memanfaatkan berbagai teknologi dan keahlian lokal yang telah terbukti mampu mempercepat proses riset dan pengembangan kendaraan.
Salah satu contoh keberhasilan strategi ini adalah peluncuran sedan listrik Nissan N7 yang berhasil dikembangkan hanya dalam waktu dua tahun. Waktu tersebut jauh lebih singkat dibandingkan siklus pengembangan kendaraan konvensional yang umumnya memakan waktu lebih dari empat tahun.
Dalam proses desain, Nissan menggunakan teknologi AI untuk menghasilkan berbagai alternatif rancangan kendaraan secara cepat. Sistem tersebut mampu membantu para insinyur dan desainer menciptakan model yang lebih optimal dari sisi aerodinamika maupun estetika, sekaligus mengurangi kebutuhan revisi berulang.
Pada tahap pengujian, Nissan juga mengandalkan simulasi virtual berbasis AI yang mampu menggantikan lebih dari 60 persen pengujian prototipe fisik. Teknologi ini mempercepat evaluasi keselamatan, ketahanan kendaraan, serta berbagai pengujian teknis lainnya.
Selain itu, AI juga dimanfaatkan untuk menganalisis tren pasar dan mempercepat proses pengambilan keputusan di dalam perusahaan. Dengan dukungan data yang lebih akurat dan real-time, Nissan dapat merespons perubahan kebutuhan konsumen dengan lebih cepat.
Di sektor rantai pasok, perusahaan menggunakan teknologi analitik prediktif untuk memproyeksikan kebutuhan komponen serta mengidentifikasi potensi gangguan pasokan sejak dini. Langkah ini dinilai mampu menjaga kelancaran transisi dari tahap pengembangan menuju produksi massal.
Melalui transformasi berbasis kecerdasan buatan tersebut, Nissan berharap dapat meningkatkan daya saing global, mempercepat inovasi produk, serta menghadirkan kendaraan baru ke pasar dalam waktu yang jauh lebih singkat dibandingkan sebelumnya.*
Sumber: Antara
Lanjut ke Aksi
Butuh Bantuan Lebih Lanjut?
Temukan unit impian Anda atau konsultasikan kebutuhan langsung via WhatsApp.
Artikel Terkait
Honda Supra X 125 mendarat di gorong-gorong sedalam 2,5 meter, satu lansia menghadap Sang Khalik
garapan Proyek gorong-gorong sedalam 2,5 meter di jalan Margorejo Indah, Wonocolo, kota Surabaya, Jawa Timur makan korban. Seorang lansia wanita menghadap sang Khalik atau meninggal dunia setelah Honda Supra X 125 yang d
5 mobil irit BBM yang aman pakai pertalite, anti brebet!
Kenaikan harga Pertamax menjadi pukulan telak bagi pengguna kendaraan, khususnya mobil. Pertamax yang awalnya hanya Rp12 ribuan per 10 Juni 2026 naik menjadi Rp16 ribuan. Karena itu, banyak pengguna mobil yang beralih ke
Paking Mesin Bisa Getas Bisa Muncul Meski Mobil Jarang Dipakai
Berita Hari Ini - Mobil yang jarang digunakan bukan berarti terbebas dari risiko kerusakan komponen mesin. Salah satu komponen yang tetap bisa mengalami masalah adalah paking mesin atau gasket. Padahal, banyak pemilik mo