5 mobil irit BBM yang aman pakai pertalite, anti brebet!
Kenaikan harga Pertamax menjadi pukulan telak bagi pengguna kendaraan, khususnya mobil. Pertamax yang awalnya hanya Rp12 ribuan per 10 Juni 2026 naik menjadi Rp16 ribuan.
Karena itu, banyak pengguna mobil yang beralih ke Pertalite. Sayangnya, tak semua mobil bisa diisi atau cocok menggunakan Pertalite. Jika sembarangan diisi Pertalite, mobil bisa mogok, rusak, dan makin boros BBM.
Lantas, apa saja mobil irit BBM yang aman pakai Pertalite? Pilihannya ada Suzuki Ignis, Honda Brio Satya, dan Daihatsu Rocky. Mengapa semua mobil tersebut bisa pakai Pertalite dan apa saja keunggulannya? Kita ulik di bawah ini, yuk!
1. Suzuki Ignis
Mobil kecil produksi Suzuki ini memang tak punya tenaga yang terlalu besar. Namun, mobil ini irit BBM dan punya rasio kompresi mesin di 11.0 : 1 sehingga cocok pakai Pertalite. Mesin K15B-nya sendiri punya kapasitas 1197cc, memiliki 16 silinder, 4 katup, dan mampu menghasilkan tenaga hingga 104,7 HP di 6.000 RPM. Kapasitas tangki bakarnya juga masih cukup ideal, sekitar 32 liter.
Suzuki Ignis sendiri merupakan mobil serbaguna yang cocok untuk harian atau dikendarai di dalam kota. Selain itu, mobil ini juga nyaman untuk perjalanan jarak jauh yang santai. Bodinya yang membulat dan mungil juga terlihat mencolok serta bisa bermanuver dengan baik di tengah kemacetan.
2. Toyota Calya dan Agya
Toyota Calya dan Agya masih merajai segmentasi LCGC di Indonesia. Tak hanya karena harganya yang terjangkau, keduanya juga sangat irit BBM.
Tercatat, konsumsi BBM keduanya berada di angka 19,5 hingga 20,7 km per liter. Calya dan Agya juga punya rasio kompresi mesin di angka 10,5:1 sehingga masih boleh pakai Pertalite. Hal tersebut bikin kamu bisa main hemat.
Walau termasuk mobil murah, Agya dan Calya tetap tampil modern dengan desain sporty, fitur berlimpah, dan tenaga yang cukup besar. Tenaga keduanya sekitar 87-88 HP, punya mesin 1200cc, bahkan dilengkapi sistem keselamatan yang canggih. Buat kamu yang mau beli mobil pertama, Toyota Calya dan Agya bisa jadi opsi terbaik.
3. Daihatsu Rocky
Beberapa model seperti Daihatsu Rocky 1.0 Turbo dan Daihatsu Rocky 1.2L sangat aman diisi Pertalite karena punya rasio kompresi mesin 9,5:1 serta mesinnya sudah canggih. Konsumsi BBM-nya juga cukup irit, pada angka 15 hingga 28 kilometer per liter tergantung variannya.
Daihatsu Rocky sendiri masuk ke kelas SUV compact berbodi kecil. Sebagai SUV, mobil tersebut bisa kamu “siksa” di berbagai jalanan berat seperti tanjakan, trek bergelombang, hingga tikungan tajam.
4. Daihatsu Xenia dan Sirion
Mau cari MPV serbaguna yang irit BBM dan bisa pakai Pertalite? Nah, Daihatsu Xenia dan Sirion bisa menjadi jawabannya. Soal BBM, konsumsi keduanya sangat irit, pada angka 16 hingga 20 km per liter sehingga cocok buat perjalanan jauh. Rasio kompresi mesin sekitar 10:1 juga bikin Xenia dan Sirion bisa diisi Pertalite tanpa takut mesin ngelitik atau brebet.
Posisinya sebagai MPV juga bikin kedua mobil tersebut punya bodi besar, lega, dan muat banyak orang. Mesin yang digunakan juga sama serupa, yaitu 1 NR-VE DOHC Dual VVT-I berkapasitas 1300cc yang mampu menghasilkan tenaga hingga 98 HP. Sirion dan Xenia juga tersedia dalam dua pilihan transmisi, otomatis dan manual.
5. Honda Brio Satya
Honda Brio Satya menjadi mobil andalan Honda pada segmen LCGC. Salah satu kelebihan mobil ini adalah BBM irit dengan konsumsi sekitar 13 hingga 30 km per liter, tergantung modelnya. Selain itu, Honda Brio Satya juga memiliki rasio kompresi mesin yang kecil di 10,2:1 sehingga bisa pakai Pertalite tanpa perlu takut akan kerusakan mesin.
Ditenagai mesin 1.2L i-VTEC, mobil ini bisa menghasilkan tenaga 90 HP. Memang bukan yang terbaik, tapi sudah cukup untuk kegiatan harian, perjalanan antar kota, atau menanjak di trek perbukitan. Brio Satya juga dilengkapi banyak fitur, seperti rem ABS, SRS Airbag, hingga kabin luas. Soal desain, Honda Brio Satya berani tampil nyentrik dengan warna cerah seperti lime dan merah.
Itulah beberapa mobil irit BBM yang aman pakai Pertalite buat 2026. Meskipun pakai Pertalite, mobil-mobil tersebut tetap kuat dan bisa diandalkan di berbagai situasi. Namun, untuk performa terbaik, BBM dengan RON tinggi tetap patut jadi pertimbangan, ya.
Question | Answer |
|---|---|
Apa saja mobil irit BBM yang aman pakai Pertalite? | Honda Brio Satya, Suzuki Ignis, Daihatsu Sirion, Toyota Calya, Daihatsu Xenia, Toyota Agya, dan Daihatsu Rocky merupakan beberapa mobil irit BBM yang aman pakai Pertalite. |
Apakah mobil menggunakan BBM Pertalite yang sama dengan motor? | Iya, motor dan mobil menggunakan Pertalite yang sama. Jadi, tak ada Pertalite khusus yang dipakai di mobil atau motor. |
Apa ciri yang membuat mobil bisa pakai Pertalite? | Salah satu ciri utama mobil yang bisa pakai Pertalite dapat terlihat dari rasio kompresi mesinnya. Biasanya, mobil dengan rasio kompresi mesin sekitar 9:10 hingga 10:1 sangat cocok pakai Pertalite. |
Apa yang terjadi jika mobil tidak cocok dengan BBM Pertalite? | Jika tak cocok dengan Pertalite maka mobil bisa ngelitik, brebet, mesin rusak, BBM tambah boros, oli cepat habis, performanya menurun, dan beberapa komponen gampang aus. |
Lanjut ke Aksi
Butuh Bantuan Lebih Lanjut?
Temukan unit impian Anda atau konsultasikan kebutuhan langsung via WhatsApp.
Artikel Terkait
Bakal Jadi Rival Eksion PHEV dan Tiggo 8 CSH, DFSK E5 Plus Bidik Harga Kompetitif
Berita Hari Ini - - DFSK E5 Plus mulai membuka jalan menuju pasar Indonesia. Mobil plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) ini resmi diperkenalkan dalam versi setir kanan atau right-hand drive (RHD) di ajang 2026 Internat
Mesin sering panas bisa mempercepat kerusakan paking atau gasket
Berita Hari Ini -Mesin mobil yang sering mengalami overheat tidak hanya berisiko merusak komponen sistem pendingin. Panas berlebih juga dapat mempercepat kerusakan paking atau gasket, khususnya paking kepala silinder. Pa
Toyota Hilux BEV tetap punya DNA mobil pekerja keras
salesbwi - – Toyota akhirnya meluncurkan Hilux BEV di Jepang dan segera diedarkan ke negara lainnya. Yang menarik ialah mobil ini memiliki tenaga yang dihasilkan mencapai 196 hp atau sekitar 144 kW, sementara torsi disal



