Beranda Katalog Unit Simulasi Kredit Lowongan Kerja Hubungi Kami WhatsApp Sekarang
Juli 2026 regulasi insentif EV terbit, motor listrik disuntik subsidi Rp 5 juta
Berita

Juli 2026 regulasi insentif EV terbit, motor listrik disuntik subsidi Rp 5 juta

Admin Sales Banyuwangi 22 Jun 2026 0 views
Juli 2026 regulasi insentif EV terbit, motor listrik disuntik subsidi Rp 5 juta

Berita Hari Ini - - Regulasi berwujud Peraturan Menteri Keuangan (PMK) tentang insentif Electric Vehicle (EV) di Indonesia akan terbit pada Juli 2026.

Wakil Menteri Perindustrian, Faisol Reza mengatakan, Kementerian Perindustrian telah berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan terkait penyusunan PMK tersebut.

Menurut Faisol, aturan insentif kendaraan listrik dipastikan dapat terbit bulan depan.

"Sudah dalam koordinasi kita. Iya (dipastikan PMK terbit bulan depan)," ujar Faisol saat ditemui di kantornya, Jakarta, (18/6/26) mengutip Kompas.com.

Meski demikian, Faisol belum merinci bentuk insentif yang akan diberikan pemerintah melalui aturan tersebut.

Ia mengatakan, rincian insentif akan disampaikan oleh Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa.

"Nanti lah (bocoran rincian insentifnya), kan itu dari Pak Purbaya," jelas Faisol.

Sebelumnya, pemerintah memutuskan menunda pemberian insentif kendaraan listrik selama satu bulan.

Menkeu Purbaya mengatakan, penundaan dilakukan karena pemerintah masih menghitung dan memfinalisasi skema insentif.

"Insentif EV (electric vehicle/kendaraan listrik) masih ditunda satu bulan lagi," kata Purbaya saat ditemui di Gedung Kemenko Perekonomian, (26/5/26) disitat dari Kompas.com.

Insentif kendaraan listrik menjadi bagian dari upaya pemerintah mengurangi konsumsi bahan bakar minyak (BBM).

Kebijakan tersebut juga diarahkan untuk menekan impor minyak mentah dan BBM, serta memperkuat ketahanan energi nasional.

Pemerintah berharap peralihan konsumsi energi dari BBM ke listrik dapat meningkatkan daya tahan ekonomi Indonesia terhadap gejolak harga energi global.

Rencananya, insentif untuk mobil listrik diberikan dalam bentuk Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP).

Besaran PPN DTP berkisar 40 persen hingga 100 persen, bergantung pada jenis kendaraan dan baterai yang digunakan.

"PPN DTP itu ada yang 100 persen, ada yang 40 persen. Nanti masih didiskusikan skemanya. Itu utamanya EV ya, bukan hybrid," ujar Purbaya beberapa waktu lalu.

Purbaya mengatakan, pemerintah mempertimbangkan material baterai dalam penentuan besaran insentif.

Mobil listrik yang menggunakan baterai berbasis nikel akan mendapat dukungan lebih besar dibandingkan kendaraan dengan baterai non-nikel.

Langkah tersebut diarahkan untuk mendukung program hilirisasi nikel nasional.

Selain mobil listrik, pemerintah menyiapkan bantuan pembelian motor listrik sebesar Rp 5 juta per unit.

Pada tahap awal, kuota insentif disiapkan untuk 100.000 unit mobil listrik dan 100.000 unit motor listrik.

Bagikan:

Lanjut ke Aksi

Butuh Bantuan Lebih Lanjut?

Temukan unit impian Anda atau konsultasikan kebutuhan langsung via WhatsApp.

Artikel Terkait

Mobil tua kilometer rendah belum tentu prima, ini alasannya
Berita

Mobil tua kilometer rendah belum tentu prima, ini alasannya

Banyak calon pembeli mobil bekas yang sering kali langsung tergiur ketika melihat kendaraan berusia tua namun memiliki angka odometer yang sangat rendah. Pandangan umum yang beredar di pasar otomotif menganggap bahwa jar

15 Jun 2026 Baca
Timnas PUBG Mobile Indonesia pastikan tempat di babak utama Asian Games 2026
Berita

Timnas PUBG Mobile Indonesia pastikan tempat di babak utama Asian Games 2026

Timnas esports Indonesia nomor PUBG Mobile memastikan tiket menuju babak utama Asian Games 2026 setelah menjadi runner up babak kualifikasi di Vietnam, Minggu (21/6). (PB ESI/Antara) Timnas PUBG Mobile Indonesia Pastikan

22 Jun 2026 Baca
ExxonMobil klaim pelumas sintetis bisa pangkas konsumsi energi hingga 10 persen
Berita

ExxonMobil klaim pelumas sintetis bisa pangkas konsumsi energi hingga 10 persen

salesbwi - - Sektor plastik dan kemasan di Indonesia saat ini masih menghadapi berbagai tantangan, terutama terkait tingginya biaya produksi yang dipicu oleh gangguan rantai pasok global serta ketergantungan yang cukup b

16 Jun 2026 Baca
Hubungi Kami