Head to head Geely EX2 vs BYD Atto 3: Duel SUV listrik kompak Tiongkok di pasar otomotif Indonesia
salesbwi - - Persaingan mobil listrik di Indonesia semakin menarik. Setelah sebelumnya didominasi beberapa merek besar, kini produsen asal Tiongkok terus menghadirkan model baru dengan teknologi dan harga yang kompetitif. Salah satu duel yang mulai menyita perhatian adalah Geely EX2 melawan BYD Atto 3, dua SUV listrik kompak yang menyasar konsumen perkotaan dan keluarga muda.
Meski sama-sama berasal dari Tiongkok, kedua model ini menawarkan pendekatan yang berbeda. Geely EX2 hadir sebagai pilihan yang lebih terjangkau, sementara BYD Atto 3 mengandalkan teknologi baterai mutakhir dan fitur yang lebih premium.
Dimensi dan Desain, Sama-sama Bergaya Modern
Secara desain, Geely EX2 tampil dengan karakter SUV kompak yang sederhana namun futuristis. Garis bodinya dibuat bersih dengan lampu LED modern dan tampilan yang cocok untuk penggunaan harian di perkotaan.
Sementara itu, BYD Atto 3 mengusung desain yang lebih berani. Tampilan depannya terlihat agresif dengan sentuhan aerodinamika yang kuat. Kabinnya juga menawarkan konsep unik yang terinspirasi dari dunia kebugaran, menjadikannya salah satu interior paling berbeda di kelasnya.
Bagi konsumen yang mengutamakan desain premium dan karakter yang lebih kuat, Atto 3 memiliki keunggulan. Namun bagi pengguna yang menginginkan SUV listrik praktis tanpa banyak ornamen berlebihan, EX2 bisa menjadi alternatif menarik.
Performa dan Jarak Tempuh
Dalam hal performa, BYD Atto 3 berada satu tingkat di atas. Motor listriknya menghasilkan tenaga yang lebih besar sehingga akselerasi terasa lebih responsif, terutama saat digunakan di jalan tol maupun tanjakan.
Geely EX2 lebih berfokus pada efisiensi penggunaan harian. Tenaganya cukup untuk kebutuhan komuter perkotaan dengan karakter berkendara yang nyaman dan mudah dikendalikan.
Perbedaan juga terlihat pada kemampuan jelajah. Atto 3 menawarkan jarak tempuh yang lebih jauh dalam sekali pengisian daya, membuatnya lebih fleksibel untuk perjalanan antarkota. Sementara EX2 lebih cocok bagi pengguna yang mayoritas beraktivitas di dalam kota.
Teknologi Baterai Jadi Senjata Utama BYD
Salah satu keunggulan terbesar BYD Atto 3 adalah penggunaan Blade Battery, teknologi baterai yang menjadi ciri khas BYD.
Teknologi ini dikenal memiliki tingkat keamanan tinggi, daya tahan yang baik, serta efisiensi energi yang kompetitif. Faktor tersebut menjadi salah satu alasan mengapa BYD mampu berkembang pesat di pasar kendaraan listrik global.
Di sisi lain, Geely EX2 menawarkan paket yang lebih sederhana namun tetap memenuhi kebutuhan pengguna yang baru beralih dari mobil bermesin konvensional ke kendaraan listrik.
Kabin dan Fitur
Masuk ke dalam kabin, BYD Atto 3 menawarkan nuansa yang lebih premium. Layar sentuh berukuran besar yang dapat diputar, sistem bantuan pengemudi canggih, hingga fitur konektivitas modern menjadi nilai jual utama.
Geely EX2 tetap menawarkan berbagai fitur penting seperti layar infotainment digital, konektivitas smartphone, kamera parkir, dan sejumlah fitur keselamatan dasar yang cukup lengkap untuk kelasnya.
Perbedaan fitur ini sejalan dengan posisi keduanya di pasar. Atto 3 menyasar konsumen yang menginginkan pengalaman berkendara lebih modern, sedangkan EX2 fokus pada nilai ekonomis.
Siapa yang Lebih Unggul?
Jawabannya bergantung pada kebutuhan pengguna. Bagi konsumen yang mengutamakan harga kompetitif, penggunaan harian di perkotaan, dan biaya kepemilikan yang lebih rendah, Geely EX2 bisa menjadi pilihan rasional.
Namun bagi mereka yang menginginkan teknologi baterai lebih maju, jarak tempuh lebih panjang, performa lebih bertenaga, dan fitur premium, BYD Atto 3 masih menjadi salah satu SUV listrik paling menarik di pasar Indonesia saat ini.
Dengan semakin banyaknya merek Tiongkok yang masuk ke Indonesia, persaingan kendaraan listrik diperkirakan akan semakin ketat. Pada akhirnya, konsumen menjadi pihak yang paling diuntungkan karena memiliki lebih banyak pilihan dengan teknologi yang terus berkembang dan harga yang semakin kompetitif. (*)
Lanjut ke Aksi
Butuh Bantuan Lebih Lanjut?
Temukan unit impian Anda atau konsultasikan kebutuhan langsung via WhatsApp.
Artikel Terkait
Bakal hadirkan model baru, DFSK optimistis hadapi dominasi rival China di segmen PHEV
Ringkasan Berita: Sokonindo Automobile selaku agen pemegang merek DFSK dan Seres pun menyiapkan strategi untuk masuk ke pasar PHEV nasional DFSK tengah menyiapkan produk baru di segmen PHEV berjenis SUV dan akan dikenalk
DFSK siapkan E5Plus PHEV untuk GIIAS 2026, klaim konsumsi BBM tembus 80 km per liter
salesbwi - - Tren kendaraan hemat energi terus menarik perhatian pasar otomotif nasional di tengah kenaikan biaya mobilitas dan harga bahan bakar yang semakin tinggi. Kondisi tersebut mendorong produsen kendaraan menghad
Masyarakat diminta lebih cermat memilih mobil bekas, ini alasannya
salesbwi - - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi yang mulai berlaku sejak 10 Juni 2026 memicu perubahan perilaku konsumen dalam menentukan pilihan kendaraan. Kondisi tersebut membuat banyak pengguna kendar