Soal temuan alat pelacak di mobil eks ketua BEM UGM, polisi minta Tiyo segera buat laporan resmi
salesbwi -, SLEMAN -Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (Polda DIY) meminta kepada Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM UGM) periode 2025, Tiyo Ardiyanto, membuat laporan resmi terkait temuan dua alat pelacak misterius di mobilnya.
Laporan tersebut dinilai penting sebagai dasar bagi kepolisian untuk mengusut dugaan teror dan pengintaian terhadap aktivis mahasiswa tersebut.
Kabidhumas Polda DIY, Kombes Pol Ihsan, mengatakan hingga saat ini pihaknya belum menerima pengaduan resmi dari pihak yang dirugikan.
Meski demikian, aparat kepolisian sudah diterjunkan ke lapangan untuk mengumpulkan informasi awal demi menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.
"Kami mempersilakan saudara Tiyo atau pihak yang dirugikan untuk segera membuat laporan resmi ke Polda DIY. Laporan tersebut penting sebagai dasar hukum bagi kami untuk melakukan penyelidikan secara prosedural, objektif dan mendalam," kata Ihsan, Senin (15/6/2026).
Temuan Alat Pelacak
Pernyataan dari Polda DIY ini menjawab terkait pengakuan Tiyo Ardiyanto yang merasa diintai oleh orang tidak dikenal.
Diberitakan, kronologi awal teror ini bermula pada Jumat (12/6/2026) malam, saat Tiyo menghadiri diskusi yang digelar Universitas Muhammadiyah Semarang di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Jawa Tengah.
Di lokasi tersebut, Tiyo menyadari ada beberapa orang asing yang membuntuti dan mendokumentasikan aktivitasnya secara terang-terangan.
Kecurigaan Tiyo terbukti setelah ia menempuh perjalanan dari Semarang menuju Yogyakarta untuk mengikuti aksi demonstrasi 'Rakyat Memanggil' di Gejayan.
Sepanjang jalan, muncul notifikasi pelacak asing di ponselnya. Usai aksi massa sekitar pukul 20.00-21.00 WIB, Tiyo memeriksa kendaraannya dan menemukan sebuah kotak bermagnet menempel di bodi belakang mobil.
Tidak berhenti di situ, saat berada di bandara untuk kembali ke Semarang, ponsel Tiyo lagi-lagi mendeteksi sinyal pelacak.
Setelah digeledah ulang, ditemukan alat kedua berbentuk lingkaran pipih yang dilakban hitam di dekat ban kanan belakang.
Tiyo menduga alat kedua ini baru saja dipasang saat ia berada di Yogyakarta.
"Saya kira justru itulah letak di mana terornya terjadi. Bahwa ini sengaja dipasang untuk saya ketahui, supaya jadi alarm bagi diri saya bahwa ke manapun saya pergi, ada orang-orang yang tahu, ada orang-orang yang mengamati," ungkap Tiyo, Senin (15/6/2026).
Sejauh ini, Tiyo belum mendatangi markas Polda DIY untuk melapor. Ia mengaku masih mengkaji opsi hukum yang akan diambilnya.
"Saya sedang pertimbangkan untuk laporkan, sembari lakukan investigasi secara mandiri," kata dia. (Rif/Maw)
Lanjut ke Aksi
Butuh Bantuan Lebih Lanjut?
Temukan unit impian Anda atau konsultasikan kebutuhan langsung via WhatsApp.
Artikel Terkait
Asap knalpot bau manis, waspada bahaya ini sedang mengintai
Aroma yang keluar dari saluran pembuangan gas atau knalpot kendaraan idealnya berbau khas gas sisa pembakaran yang cenderung menyengat dan tidak sedap. Bau tersebut dihasilkan oleh campuran hidrokarbon, karbon monoksida,
Penjelasan mengapa motor sulit distarter di pagi hari
Kondisi sepeda motor yang mendadak sulit dihidupkan setelah semalaman diparkir sering kali menimbulkan rasa jengkel bagi pemiliknya. Banyak orang langsung menuduh aki yang mulai melemah atau busi yang kotor sebagai penye
CBR mendominasi, skuad AHRT kibarkan Merah Putih dua hari berturut-turut di Motegi Jepang
salesbwi -Astra Honda Racing Team (AHRT) sukses tunjukkan dominasi pada putaran ketiga ajang Idemitsu FIM Asia Road Racing Championship (ARRC) 2026 di Mobility Resort Motegi, Jepang, pada 13–14 Juni 2026. Mengandalkan Ho