Beranda Katalog Unit Simulasi Kredit Spot Banyuwangi Lowongan Kerja Hubungi Kami WhatsApp Sekarang
Harga Pertamax naik, pembeli makin selektif beli mobil bekas
Berita

Harga Pertamax naik, pembeli makin selektif beli mobil bekas

Admin Sales Banyuwangi 16 Jun 2026 39 views
Harga Pertamax naik, pembeli makin selektif beli mobil bekas

Suara Flores - Penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi yang berlaku sejak 10 Juni 2026 mulai memicu efek domino pada perilaku ekonomi masyarakat. Di pasar kendaraan roda empat, lonjakan harga Pertamax RON 92 yang kini menyentuh Rp 16.250 per liter dari sebelumnya Rp 12.300 per liter membuat calon pembeli mobil bekas jauh lebih selektif. Aspek performa dan prestise kini mulai digeser oleh kalkulasi biaya operasional harian yang lebih realistis.

Kenaikan yang mencapai sekitar 32 persen untuk jenis BBM nonsubsidi favorit ini tidak hanya memengaruhi pengeluaran di pompa bensin, tetapi juga mengubah peta preferensi di pasar sekunder otomotif. Konsumen kini tidak lagi sekadar tergiur oleh harga murah saat meminang mobil bekas, melainkan juga menghitung efisiensi konsumsi bahan bakar serta kepastian kondisi mesin demi menghindari pembengkakan biaya di kemudian hari.

Kalkulasi Logis Konsumen

Jany Candra, Chief Executive Officer (CEO) PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC) yang menaungi platform jual-beli mobil bekas Caroline.id, mengonfirmasi terjadinya perubahan perilaku pasar ini. Menurut dia, dalam situasi tekanan ekonomi akibat penyesuaian harga energi, membeli mobil bekas yang berkualitas sebenarnya tetap menjadi solusi cerdas dan ekonomis bagi mobilitas masyarakat. Namun, tingkat ketelitian konsumen saat ini meningkat drastis. Konsumen tidak lagi bersikap impulsif.

"Mobil bekas yang berkualitas bisa menjadi solusi cerdas di tengah kondisi seperti sekarang. Tetapi konsumen perlu lebih teliti. Pastikan mobil sudah melalui inspeksi menyeluruh, memiliki riwayat yang jelas, dan dilengkapi perlindungan purna jual," ujar Jany dalam keterangannya di Jakarta, Senin 15 Juni 2026.

Sikap selektif ini beralasan. Berdasarkan kajian ekonomi makro, perubahan harga BBM nonsubsidi, meski tidak menyentuh sektor subsidi seperti Pertalite (tetap Rp 10.000 per liter) dan Biosolar (Rp 6.800 per liter), tetap memberikan tekanan psikologis yang kuat. Konsumen yang terbiasa menggunakan kendaraan modern kini dihadapkan pada dilema antara mempertahankan gaya hidup atau memangkas biaya transportasi domestik.

Risiko Migrasi BBM dan Fenomena Knocking

Dampak psikologis dari lonjakan harga Pertamax ke Rp 16.250 per liter ini sempat memicu kekhawatiran sebagian pemilik kendaraan untuk melakukan migrasi atau "turun kelas" ke BBM beroktan lebih rendah seperti Pertalite. Namun, langkah jalan pintas ini justru menyimpan bom waktu yang bisa merugikan kantong konsumen dalam jangka panjang.

Pakar otomotif dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Jayan Sentanuhady, mengingatkan bahwa mesin-mesin mobil modern yang memiliki rasio kompresi tinggi dirancang secara spesifik untuk mengonsumsi BBM dengan oktan tinggi (RON tinggi). Memaksakan penggunaan bahan bakar beroktan rendah demi penghematan sesaat justru memicu fenomena pembakaran dini atau knocking (ngelitik).

"Jika bahan bakar dengan RON lebih rendah digunakan pada mesin kompresi tinggi, kemungkinan besar terjadi knocking atau detonasi dini, yang dapat merusak komponen mesin dalam jangka panjang," kata Jayan.

Gejala knocking ini sering kali tidak disadari oleh pengemudi awam sampai kerusakan komponen internal mesin sudah terlanjur parah. Selain risiko kerusakan struktural, pembakaran yang tidak sempurna akibat ketidaksesuaian oktan justru membuat konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros dan meningkatkan emisi gas buang. Alih-alih menghemat, keputusan keliru ini justru melipatgandakan biaya perawatan berkala.

Standardisasi Inspeksi Jadi Kunci

Di tengah situasi yang serba menuntut efisiensi ini, platform penyedia mobil bekas mulai memperketat standardisasi unit yang mereka pasarkan. Aspek transparansi menjadi modal utama untuk menarik minat konsumen yang kian kritis. Perlindungan purna jual berupa garansi mesin dan transmisi kini bukan lagi sekadar bonus promosi, melainkan fasilitas wajib untuk memberikan rasa aman.

Melalui kepastian inspeksi, calon pembeli dapat memastikan bahwa sistem pembakaran, komponen kelistrikan, dan sensor pasokan bahan bakar pada mobil bekas yang diincarnya masih berfungsi optimal sesuai standar pabrikan. Hal ini krusial untuk menjamin tingkat konsumsi BBM mobil tersebut tetap berada pada angka efisiensi tertingginya.***

Bagikan:

Lanjut ke Aksi

Butuh Bantuan Lebih Lanjut?

Temukan unit impian Anda atau konsultasikan kebutuhan langsung via WhatsApp.

Artikel Terkait

Ofero Ramaikan Jakarta Fair Kemayoran 2026, Ada Promo Cashback sampai Rp 4 Juta
Berita

Ofero Ramaikan Jakarta Fair Kemayoran 2026, Ada Promo Cashback sampai Rp 4 Juta

Naufal Shafly June 17th, 6:05 PM June 17th, 6:05 PM giimel -– PT Ofero Technology Indonesia turut meramaikan Jakarta Fair Kemayoran (JFK) 2026 dengan menghadirkan beragam lini kendaraan listrik serta program promo menari

17 Jun 2026 Baca
Pasang airbag baru, ternyata modul seat belt juga perlu diganti lho
Berita

Pasang airbag baru, ternyata modul seat belt juga perlu diganti lho

salesbwi -Salah satu komponen keselamatan yang mobil modern miliki saat ini adalah airbag. Airbag atau kantung udara ini umumnya juga terintegrasi dengan sabuk pengaman atau seat belt. Komponen seat belt ini wajib kita g

15 Jun 2026 Baca
BBQ ride: Kumpul penggemar kustom kultur di area terbuka
Berita

BBQ ride: Kumpul penggemar kustom kultur di area terbuka

salesbwi - – Bandung, dikenal dengan komunitas Kutom Kulturnya dan kembali digelar BBQ Ride dengan tema Field and Fleet dengan konsep ruang terbuka sehingga suasananya santai dan memberikan kenyajanan bagi pengunjung.Kal

16 Jun 2026 Baca
Hubungi Kami