Bakal hadirkan model baru, DFSK optimistis hadapi dominasi rival China di segmen PHEV
Ringkasan Berita:
- Sokonindo Automobile selaku agen pemegang merek DFSK dan Seres pun menyiapkan strategi untuk masuk ke pasar PHEV nasional
- DFSK tengah menyiapkan produk baru di segmen PHEV berjenis SUV dan akan dikenalkan saat pameran otomotif GIIAS 2026 pada Juli mendatang.
- Kendaraan PHEV dinilai mampu menjawab kebutuhan konsumen yang belum sepenuhnya nyaman dengan keterbatasan infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik murni
salesbwi -, JAKARTA - Persaingan kendaraan elektrifikasi, khususnya segmen Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV), semakin ramai di pasar Indonesia.
Sejumlah merek China mulai mencatatkan penjualan positif di segmen ini, seperti Chery Tiggo 8 CSH, Tiggo 9 CSH dan lain sebagainya, mendorong produsen lain untuk menghadirkan produk yang lebih kompetitif.
PT Sokonindo Automobile selaku agen pemegang merek DFSK dan Seres pun menyiapkan strategi untuk masuk ke pasar PHEV nasional melalui peluncuran model SUV terbaru yang diproduksi di Indonesia.
Director of Sales Center PT Sokonindo Automobile Cing Hok Rifin mengatakan, pasar PHEV sebenarnya bukan hal baru, perkembangan teknologi baterai membuat kendaraan jenis ini kini semakin diminati konsumen.
"PHEV ini marketnya bukan baru banget, dulu sudah ada brand Eropa tapi harganya mahal (di atas Rp 1 milyar) dan baterainya kecil. Brand China masuk dengan baterai lebih gede. Kenapa kita pede? Sampai saat ini baterai kita paling gede. Fitur-fitur kita dibanding kompetitor kita tambahin. Kami sangat serius investasi di sini untuk memberikan yang terbaik," ucap Rifin dalam Media Luncheon di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (15/6/2026).
Sebagai informasi, DFSK tengah menyiapkan produk baru di segmen PHEV berjenis SUV dan akan dikenalkan saat pameran otomotif GIIAS 2026 pada Juli mendatang.
DFSK menilai, kehadiran model PHEV terbaru menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat posisi di pasar otomotif Indonesia yang terus berkembang.
Apalagi, kendaraan PHEV dinilai mampu menjawab kebutuhan konsumen yang belum sepenuhnya nyaman dengan keterbatasan infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik murni atau Battery Electric Vehicle (BEV).
Rifin menjelaskan, pengembangan model tersebut telah dilakukan sejak tahun lalu. Karena diproduksi secara lokal, proses persiapannya memerlukan berbagai tahapan mulai dari riset pasar, penyesuaian fasilitas produksi hingga pengurusan regulasi.
"Persiapannya sudah dari tahun lalu. Beda kalau bawa CBU (impor) kapan saja bisa jual, tapi karena diproduksi di Indonesia, banyak langkah yang harus dilalui, uji tipe di kementerian, upgrade pabrik, riset pasar," ucapnya.
Ia menambahkan, SUV PHEV terbaru DFSK dirancang untuk mendukung mobilitas harian maupun perjalanan jarak jauh dengan efisiensi bahan bakar yang tinggi.
"Produk ini sangat memuaskan untuk hobi, perjalanan jauh (long trip). Konsumsi bensinnya sangat irit, klaimnya 1 liter bisa di atas 80 km kalau kombinasi" ujarnya.
Lanjut ke Aksi
Butuh Bantuan Lebih Lanjut?
Temukan unit impian Anda atau konsultasikan kebutuhan langsung via WhatsApp.
Artikel Terkait
5 pengaruh kemacetan terhadap performa mesin mobil
Jam pulang kerja biasanya menjadi waktu puncak kemacetan di jalan raya. Volume kendaraan meningkat dan arus lalu lintas menjadi sangat padat. Kondisi ini membuat pengendara mobil harus lebih waspada selama perjalanan.Saa
5 kesalahan saat touring motor yang masih sering dilakukan
Touring motor sering menjadi aktivitas yang menyenangkan, apalagi bagi orang yang suka perjalanan jauh atau menikmati suasana jalan bersama teman. Namun, perjalanan panjang tentu punya tantangan tersendiri, mulai dari ko
Ini alasan DFSK E5 Plus banyak diminati konsumen milenial
SalesBWI - Minat terhadap kendaraan elektrifikasi mulai terlihat dari profil konsumen yang melakukan pemesanan DFSK E5 Plus. SUV Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) terbaru dari DFSK ini banyak diminati oleh konsumen