Awas, mobil rusak akibat melanggar lalu lintas tak ditanggung asuransi

Pelanggaran lalu lintas tak hanya berpotensi menyebabkan kecelakaan yang membuat kendaraan jadi rusak. Tapi lebih dari itu, bisa menjadi salah satu alasan nilai perlindungan asuransi terpengaruh atau bahkan tidak bisa diklaim.
Banyak pemilik kendaraan yang belum menyadari bahwa mengabaikan aturan jalan dapat menghanguskan hak perlindungan dari pihak asuransi. Soal ini tertuang di dalam dokumen Polis Standar Asuransi Kendaraan Bermotor Indonesia (PSAKBI).
"Aturan PSAKBI, tidak menjamin bila melihat pasal-pasalnya, maka tidak di-cover," kata Head of PR Marcomm Event Asuransi Astra, Laurentinus Iwan Pranoto kepada SalesBWI, Kamis (25/6/2026).
Lebih lanjut, perusahaan asuransi dapat secara tegas tidak akan memberikan ganti rugi apabila kecelakaan terjadi saat pengemudi terbukti melanggar rambu. Seperti menerobos jalan yang dilarang dilalui atau dilintasi.
"Pertanggungan ini tidak menjamin kerugian, kerusakan dan/atau biaya jika memasuki atau melewati jalan tertutup, terlarang, atau melanggar rambu-rambu lalu lintas," bunyi Pasal 3 ayat 4.5 dalam dokumen standar polis asuransi nasional tersebut.

Selain masalah rambu, status legalitas dari sang pengemudi di balik kemudi juga menjadi poin krusial penentu pencairan dana pertanggungan. Pihak penanggung dipastikan bakal menolak klaim jika kendaraan dikemudikan oleh seseorang yang tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).
"Jadi jawabannya iya, ada pelanggaran lalu lintas, maka klaimnya ditolak," imbuh Iwan.
Selain masalah rambu, status legalitas dari sang pengemudi di balik kemudi juga menjadi poin krusial penentu pencairan dana pertanggungan. Pihak penanggung dipastikan bakal menolak klaim jika kendaraan dikemudikan oleh seseorang yang tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).

Aturan SIM ini berlaku mengikat untuk jenis yang sesuai peruntukan serta masa tenggang kartu yang wajib masih aktif. Kelonggaran aturan tanpa SIM ini hanya ditoleransi oleh pihak asuransi dalam satu kondisi, yakni kasus kehilangan saat mobil sedang diparkir.
Klausul pengecualian lain yang jamak ditemui di lapangan adalah kebiasaan memaksakan kendaraan yang secara teknis sudah tidak laik jalan. Membawa kendaraan yang rusak secara paksa di jalan umum akan dianggap sebagai bentuk kelalaian yang disengaja oleh tertanggung.
Melalui edukasi aturan PSAKBI ini, para pemilik mobil maupun motor diimbau untuk lebih tertib dan bijak dalam berkendara. Tertib berlalu lintas bukan lagi sekadar urusan keselamatan bersama, melainkan juga tameng pelindung aset berharga pemilik kendaraan.
Lanjut ke Aksi
Butuh Bantuan Lebih Lanjut?
Temukan unit impian Anda atau konsultasikan kebutuhan langsung via WhatsApp.
Artikel Terkait
5 fakta garasi serobot trotoar di Bandung, mobil ketua RW sempat terekam di dalam
salesbwi - - Sedang viral baru-baru ini sebuah garasi yang dibangun di atas trotoar Jalan Ambon, Kota Bandung. Bangunan tersebut viral karena menutup jalur pejalan kaki. Namun kini kabarnya bangunan tersebut sudah dibong
Jeep Compass 2027 resmi hadir dengan platform STLA Medium, SUV baru yang beralih total ke era elektrifikasi
Berita Hari Ini - - Dunia SUV global sedang bergerak menuju fase baru, dan Jeep menunjukkan bahwa mereka tidak ingin tertinggal. Melalui generasi terbaru dari Jeep Compass 2027, pabrikan asal Amerika ini memperkenalkan t
Awas Ini Dampaknya Biarkan Mesin Motor Berisik Karena Rantai Keteng Aus
salesbwi - - Salah satu gejala rantai keteng aus atau kendur adalah membuat munculnya suara berisik di mesin motor. Terutama saat mesin motor dinyalakan pada kondisi masih dingin di pagi hari. Oya, rantai keteng atau tim