Beranda Katalog Unit Simulasi Kredit Lowongan Kerja Hubungi Kami WhatsApp Sekarang
Asal usul Fortuner yang dipakai Tiyo usai temukan pelacak, dulu ngaku sulit kuliah tapi punya mobil
Berita

Asal usul Fortuner yang dipakai Tiyo usai temukan pelacak, dulu ngaku sulit kuliah tapi punya mobil

Admin Sales Banyuwangi 15 Jun 2026 5 views
Asal usul Fortuner yang dipakai Tiyo usai temukan pelacak, dulu ngaku sulit kuliah tapi punya mobil
Ringkasan Berita:
  • Asal usul mobil Fortuner yang terselip alat pelacak dan ditemukan Ketua BEM UGM 2025 Tiyo Ardianto disorot.
  • Aktivis sekaligus mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) Tiyo Ardianto kembali mendapat teror.
  • Dia menemukan alat pelacak PBX Finder di kolong mobil yang digunakan.
 

salesbwi -Asal usul mobil Fortuner yang terselip alat pelacak dan ditemukan Ketua BEM UGM 2025 Tiyo Ardianto disorot.

Aktivis sekaligus mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) Tiyo Ardianto kembali mendapat teror.

Dia menemukan alat pelacak PBX Finder di kolong mobil yang digunakan.

Tiyo pertama kali mengetahui keberadaan alat tersebut dari notifikasi di handphone.

"PBX FINDER ditemukan bergerak bersama Anda. Pemilik dapat meminta lokasinya. Ketuk untuk membuka Lacak untuk melihat tindakan yang tersedia," tulis notifikasi.

Ia mempublish temuan tersebut lewat akun Instagramnya.

"Teman-teman sekalian, bisa dilihat, ini adalah alat pelacak yang namanya PBX Finder. Saya tahu ini karena muncul di notifikasi ponsel saya. Kemudian tadi kita cari dan kita temukan alat pelacak ini ada di bawah kendaraan. Dipasang entah oleh siapa, tapi yang jelas ini adalah satu kejadian yang sangat menjijikkam," kata Tiyo.

Tiyo mengaitkan temuan alat pelacak PBX Finder ini dengan kritik tajam yang kini gencar dilayangkan pada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

"Kita yang mengkritik untuk perbaikan bangsa dengan ketulusan cinta, justru dibalas dengan ancaman dan marabahaya. Saya tidak tahu siapa yang pasang alat pelacak itu. Tapi, yang jelas, betapa berbahayanya menjadi manusia Indonesia yang mencintai bangsanya," katanya.

Namun kini dipertanyakan kepemilikan mobil Fortuner hitam yang dikendarai Tiyo.

Pasalnya sejak dulu Tiyo selalu menggambarkan dirinya sebagai yang tidak mampu.

Mulai dari membayar kuliah, hingga kepemilikan motor PCX yang dipinjam untuk menghadiri acara-acara.

"Kalau mas-mas itu menemukan alat pelacak di mobilnya, gua agak merasa sedikit anomali gitu. Kenapa ? Mas-mas ini pernah dulu menyampaikan statment bahwa dia mau kuliah aja susah mikir-mikir karena kaga ada duitnya. Sekarang kok tiba-tiba baru kelar kuliah udah bisa punya Fortuner, lu tau Fortuner jharganya berapa kan," katanya.

Jikapun itu mobil rental, menurutnya wajar bila dipasang alat pelacak sebagai antisipasi tindak pencurian.

"Kalau bukan punyanya dia dan itu mobil rental, ya wajar aja gua rasa terdapat alat pelacak, karena mobil rental itu sering banget digondol," katanya. 

Meski begitu ia tetap mempertanyakan kepemilikan mobil yang dikendarai Tiyo.

"Tapi balik lagi yah duitnya dari mana yah beli Fortuner, karena beli Fortuner itu tidak murah. Masih rekening bapak (sensor) gak yah, yang transfer masih yang dulu gak yah ?" tutupnya.

Tiyo Ardianto menjelaskan bahwa ia menemukan alat pelacak di mobil tersebut pada 13 Juni 2026.

Ia mengaku mobil yang dimaksud merupakan milik saudara yang dipinjam demi menjaga keselamatan.

"Itu mobil saudara yang saya pinjam untuk bepergian sejak merasa tidak aman," kata Tiyo seperti dikutip dari Kompas.com.

Bukan hanya sekali saja, Tiyo kembali menemukan alat pelacak serupa beberapa kemudian.

"Teman-teman, sesudah alat berbentuk kotak yang semalam saya temukan itu diamankan, sore ini muncul lagi notifikasi di ponsel saya. 

Ternyata masih ada alat berbentuk lingkaran pipih menempel di ban bagian kanan-belakang. 

Saya menemukan ini dalam perjalanan menuju Bandara Jenderal Ahmad Yani, Semarang untuk berangkat ke Makassar. 

Saya menulis ini setiba di Makassar sebagai update sementara. Segera saya akan catat keterangan yg lebih lengkap.

Kita tidak akan berhenti di sini. Kita tidak akan berhenti hari ini. Semakin diteror, semakin gacor." tulis Tiyo di Instagram.

Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menegaskan pemerintah tidak terlibat dalam teror yang dialami Ketua BEM Universitas Gadjah Mada (UGM), Tiyo Adrianto, beserta ibunya. 

“Oleh karena itulah saya pastikan bahwa teror tidak mungkin dari pemerintah,” kata Pigai saat ditemui di Gedung Kementerian HAM, Jakarta, Jumat (20/2/2026). 

Dalam hal ini, Pigai menggarisbawahi bahwa dia belum pernah membaca bentuk teror yang dialami oleh Tiyo Adrianto. 

“Kita juga tidak tahu siapa yang mengirimkan. Kita juga tidak tahu pelakunya,” jelas dia.

 

Artikel ini telah tayang di TribunnewsBogor.com

Bagikan:

Lanjut ke Aksi

Butuh Bantuan Lebih Lanjut?

Temukan unit impian Anda atau konsultasikan kebutuhan langsung via WhatsApp.

Artikel Terkait

Komparasi spesifikasi penggerak Chery Tiggo 8 CSH vs Geely Starray EM-i vs DFSK E5 Plus
Berita

Komparasi spesifikasi penggerak Chery Tiggo 8 CSH vs Geely Starray EM-i vs DFSK E5 Plus

Berita Hari Ini -Persaingan SUV elektrifikasi di Indonesia semakin menarik dengan hadirnya sejumlah model plug-in hybrid (PHEV). Tiga di antaranya yang cukup menyita perhatian dan berasal dari Tiongkok adalah Chery Tiggo

23 Jun 2026 Baca
Harga terjangkau, Toyota Veloz Hybrid jadi mobil hybrid termurah
Berita

Harga terjangkau, Toyota Veloz Hybrid jadi mobil hybrid termurah

salesbwi -- Toyota Veloz Hybrid EV merupakan lini model Hybrid terjangkau yang dijual PT Toyota-Astra Motor (TAM) saat ini. Tak seperti Toyota Veloz sebelumnya yang bermesin bensin menjadi lini model terpisah dan versi l

16 Jun 2026 Baca
CBR mendominasi, skuad AHRT kibarkan Merah Putih dua hari berturut-turut di Motegi Jepang
Berita

CBR mendominasi, skuad AHRT kibarkan Merah Putih dua hari berturut-turut di Motegi Jepang

salesbwi -Astra Honda Racing Team (AHRT) sukses tunjukkan dominasi pada putaran ketiga ajang Idemitsu FIM Asia Road Racing Championship (ARRC) 2026 di Mobility Resort Motegi, Jepang, pada 13–14 Juni 2026. Mengandalkan Ho

15 Jun 2026 Baca
Hubungi Kami